Minggu, 03 April 2011
Kerangka Penulisan Ilmiah
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada BAB1 penulisan ilmiah berisi latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan dan metode penulisan serta sistematika penulisan. Pada bab ini beberapa teori dijelaskan pada latar belakang masalah, juga alasan dan tujuan dari penulisan ini dijelaskan pada BAB 1.
Sub bab dari BAB 1 :
A. Latar Belakang Masalah
>> Alasan pemilihan topik pada penulisan ilmiah.
B. Rumusan Masalah
>> Batasan pada penulisan yang akan ditulis pada penulisan ilmiah.
C. Tujuan Penelitian
>> Tujuan dari penelitian yang dilakukan.
D. Manfaat Penelitian
>> Manfaat apa saja yang didapatkan pada penulisan ini ditulis pada bagian ini.
E. Metode Penelitian
>> Cara yang dilakukan untuk penelitian.
F. Sistematika Penulisan
>> Susunan penulisan pada setiap bab.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori teori dari penelitian yang dilakukan untuk penulisan ilmiah.
BAB 3 METODOLOGI
Bab ini menjelaskan proses penelitian yang dilakukan oleh penili atau penulis.
Sub bab dari BAB 3 :
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Rencana Tindakan
E. Pengumpulan Data
F. Indikator Kerja
BAB 4 PENUTUP
Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran tentang penelitian yang dilakukan penulis.
Daftar Pustaka
Berisi :
- referensi buku atau situs yang dipakai sebagai pemandu penulisan.
- simbol-simbol dan gambar yang digunakan.
Senin, 27 Desember 2010
Bromo Meletus, Pemprov Jatim Siap Hadapi Kondisi Terburuk
Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), masih berstatus awas dalam radius 3 Km. Pemprov Jatim telah melakukan persiapan untuk menghadapi kondisi terburuk yang ditimbulkan akibat letusan gunung tersebut.
“Kita tetap melakukan persiapan dalam kondisi yang terburuk. Dalam penanggulangan ini adalah one command, satu komando, dan komandonya di sini langsung dipimpin bupati di tingkat policy. Sedangkan di tingkat lapangannya diserahkan kepada kapolres dan Pak Dandim,” kata Wakil Gubernur Jatim, Saefullah Yusuf.
Hal itu dikatakan dia saat Pembukaan Rapat Konsolidasi Penanggulangan Kemiskinan yang digelar di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2010).
Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, dalam radius 3 Km ada sekitar 699 orang yang harus dievakuasi, radius 6 Km sebanyak 2.800 orang, dan radius 10 Km sebanyak 6.900 orang. Kini, telah disiapkan 10 titik pengungsian untuk menampung total sekitar 7.000 pengungsi jika Bromo benar-benar ‘mengamuk’.
“Kemudian yang sekarang dilakukan terus menerus adalah sosialisasi kepada masyarakat agar kalau itu benar-benar terjadi mereka tahu apa yang harus dilakukan,” tambah mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) ini.
Gus Ipul melanjutkan, Pemda tidak mengalami kesulitan untuk berbicara dengan warga menyangkut harta benda maupun ternak mereka yang terpaksa diungsikan. Gus Ipul tidak ingin ternak dan harta benda itu menjadi beban warganya yang berada di area berbahaya.
“Sampai hari ini statusnya masih tetap awas dan radiusnya tetap 3 Km. Semalam saya dengan Pak Syamsul Maarif (Kepala BNPB) dengan Pak Bupati didampingi Pak dandim dan Pak kapolres melakukan koordinasi sekali lagi dan melakukan doa bersama lintas agama,” tutup Gus Ipul.
Nama : Henindya Tillotama Ayumi
NPM : 10108956
Kelas : 3 KA 18
Sumber : http://www.bencanaalam.net/?p=129
\Aktivitas G.Merapi & Bromo 02 Desember 2010
Laporan Aktivitas G.Merapi tanggal 02 Desember 2010 pukul 00:00 wib sampai dengan pukul 18:00 wib:
CCTV Deles pada pukul 10:50 WIB.
>>>
KEPUTUSAN PENGURANGAN DAERAH BAHAYA MERAPI PER 19 NOVEMBER 2010
http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/bpptk.php?page=bpptk&subpage=kegiatan&id=25
Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G.Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar. Terhitung tanggal 19 November 2010 pukul 12:00 WIB, wilayah yang aman bagi parapengungsi adalah sebagai berikut: Kab. Sleman: sebelah Timur K. Boyong di luar 15 km, sebelah Barat K. Boyong di luar 10 km dari puncak G. Merapi. Kab. Magelang di luar 10 km daripuncak G. Merapi. Kab. Boyolali di luar 5 km dari puncak G. Merapi. Kab Klaten di luar 10 km dari puncak G. Merapi.
>>>
Laporan Harian Tanggap Darurat Gunung Merapai 28 November 2010 18:00 wib
Situs Jalin Merapi menyuguhkan beragam informasi penting terkait Gunung Merapi
( Update Kondisi ancaman Merapi per tgl 04/11/2010, Sumber: BNPB [BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA] )
http://www.liputan6.com/zona-bahaya-merapi.html
http://www.liputan6.com/2010-11-05_merapi_buffer_20km1.pdf
Mont Merapi’s Eruptions ( 39 photos total )
http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html
Aktivitas G.Merapi & Bromo 02 Desember 2010
Laporan Aktivitas G.Merapi tanggal 02 Desember 2010 pukul 00:00 wib sampai dengan pukul 18:00 wib:
CCTV Deles pada pukul 10:50 WIB.
>>>
KEPUTUSAN PENGURANGAN DAERAH BAHAYA MERAPI PER 19 NOVEMBER 2010
http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/bpptk.php?page=bpptk&subpage=kegiatan&id=25
Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G.Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar. Terhitung tanggal 19 November 2010 pukul 12:00 WIB, wilayah yang aman bagi parapengungsi adalah sebagai berikut: Kab. Sleman: sebelah Timur K. Boyong di luar 15 km, sebelah Barat K. Boyong di luar 10 km dari puncak G. Merapi. Kab. Magelang di luar 10 km daripuncak G. Merapi. Kab. Boyolali di luar 5 km dari puncak G. Merapi. Kab Klaten di luar 10 km dari puncak G. Merapi.
>>>
Laporan Harian Tanggap Darurat Gunung Merapai 28 November 2010 18:00 wib
Situs Jalin Merapi menyuguhkan beragam informasi penting terkait Gunung Merapi
( Update Kondisi ancaman Merapi per tgl 04/11/2010, Sumber: BNPB [BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA] )
http://www.liputan6.com/zona-bahaya-merapi.html
http://www.liputan6.com/2010-11-05_merapi_buffer_20km1.pdf
Mont Merapi’s Eruptions ( 39 photos total )
http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html
Partisipasi Pemungutan Ulang Tangsel Turun
Penurunan partisipasi pemilih ini karena ditiadakannya sejumlah tahapan pemilukada.
VIVAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang memprediksi tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara ulang Pemilukada Tangerang Selatan akan menurun.
"Kami memperkirakan ada kemungkinan turun," ujar Anggota KPU Kota Tangerang Selatan, Nashrullah kepada VIVAnews.com Senin, 27 Desember 2010.
Nasrullah menilai penurunan partisipasi pemilih ini karena ditiadakannya sejumlah tahapan dalam pemungutan suara ulang yang akan diselenggarakan akhir Februari 2011.
Seperti tahapan kampanye calon pasangan. "Memang tahapan kampanye kami tiadakan. Alasannya karena MK hanya perintahkan pungutan suara ulang," ujar Nasrullah.
Untuk mengantisipasi hal ini, Nasrullah mengaku pihaknya akan memaksimalkan tahapan sosialisasi dari KPU dan mengundang tokoh masyarakat Tangerang Selatan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.
"Tapi sepertinya, untuk mencapai angka prosentase 57 persen (pengguna hak pilih PSU pertama) bukanlah angka yang mudah" ujar Nasrullah. Pada pemungutan suara pertama November lalu, dari 732.165 pemilih, hanya 57 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. (umi)